220 juta jiwa penduduk Indonesia mungkin…

220 juta jiwa penduduk Indonesia mungkin saat ini sedang bersorak bergembira, di tengah paceklik prestasi timnas Indonesia dalam dekade terakhir ini, ada kabar menyejukkan dari ajang AFF 2010 yaitu, Timnas Indonesia berhasil masuk Final dengan catatan meyakinkan. Sapu bersih semua pertandingan dengan agregat gol 15-2, termasuk mengalahkan Thailand yang kita tahu selama ini begitu superior jika melawan Indonesia.

Namun menurut saya, itu berlebihan. Saya lebih suka berteriak datar dan relatif pelan “hore” sekali saja gak lebih, kenapa :

Memang apabila Indonesia mampu menjuarai AFF 2010 akan menjadi kado indah di dekade pertama abad 21 untuk dunia sepakbola Indonesia namun tidak menutup kemungkinan juga prestasi ini bakal membiaskan “prestasi-prestasi” PSSI, atau mungkin untuk lebih tepatnya “prestasi”nya Nurdin Halid beserta kongsi. Karena sangat mungkin terjadi ini akan menjadi senjata terkuatnya mengingat Indonesia belum pernah menjuarai turnamen ini.

Selama ini begitu masif seruan tentang ketidakpuasan rakyat Indonesia mengenai kepemimpinan PSSI dibawah Nurdin Halid, namun seperti yang kita ketahui bersama muka dia (bukan beliau) masih terlalu tebal untuk bisa tertunduk dan mengakui ya, saya salah. Yang ada malah alasan-alasan yang sesungguhnya makin menegaskan dirinya memang tidak bisa berbuat apa-apa untuk sepakbola kecuali merogoh koceknya dalam-dalam.

Sekadar mengingatkan berikut beberapa prestasi PSSI dibawah Nurdin Halid :

1. Indonesia berhasil menduduki peringkat 212 FIFA. Sebuah prestasi yang belum pernah dicapai tim sekaliber Singosari dan Majapahit sekalipun.

2. Banyak partai Liga Indonesia yang berakhir bak partai tarkam. pemain yang mogok main, kericuhan penonton, laga ditunda karena lapangan yang seperti kolam babi, wasit yang pindah kantor ke rumah sakit dan banyak pertandingan tanpa penonton karena gagal lobby PSSI dengan Polisi. Ini memang prestasi, mengingat masih dipercayanya PSSI untuk bisa mengajukan dana APBD guna membiayai klub peserta Liga Indonesia.

3. Prestasi terbesar dia adalah, Bisa memindahkan kantor ketua PSSI dari senayan ke hotel predio. Sebagai tervonis kasus Korupsi, dia masih mampu -merogoh kocek lagi agar bisa- memimpin PSSI dari tempat dia berada saat itu. Dan ditambahprestasi mengandaskan harapan besar seluruh pemerhati sepakbola Indonesia kepada KSN di Malang bukan juga jadi solusi nyata revolusi ditubuh PSSI.

Itu HANYA beberapa prestasi dari Nurdin Halid. dan masih -sangat- banyak lagi prestasi membanggakannya.

Intinya, apapun prestasi TIMNAS di AFF ini, tetap serukan revolusi ditubuh PSSI, Bersihkan kepengurusan PSSI dari tangan Nurdin beserta kongsi. karena memang sesungguhnya Indonesia akan jauh lebih bisa berprestasi (dalam arti sesungguhnya) dibanding ini.

 

BRAVO SEPAKBOLA NASIONAL..!!!!