Untuk yang Lebih Baik, Better Late Than Never.

Bukan bermaksud untuk menggurui atau menjadi orang yang sok bijak, tapi apapun itu untuk sesuatu hal yang lebih baik, terlambat akan selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Banyak falsafah tentang kehidupan, banyak pula petuah-petuah yang disadari atau tidak telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Akan tetapi apapun falsafah dan petuah itu banyak pula yang tidak serta merta menjadi solusi masalah yang dihadapi.

Normal karena hidup memang terlalu kompleks untuk dijabarkan dalam tarian pena yang sistematis. bahkan lebih dari itu saya tidak pernah yakin setiap individu bisa menuliskan kata-kata untuk dirinya secara utuh dalam lembaran-lembaran kertas yang tak terhingga sekalipun.

Satu yang pasti manusia tidak akan pernah sekalipun terhindar dari dosa, siapapun itu. Yang membedakan adalah pilihan setelah dosa-dosa itu terlanjur terjadi. Tidak selalu pilihan yang diambil adalah pilihan yang tepat . yang mungkin akan memunculkan dosa-dosa selanjutnya.

Seperti lingkaran setan, semakin dalam pengampunan pribadi atas kesalahan semakin kuat pula belenggunya.

Setelah ini terjadi Butuh lebih dari sekedar niat untuk keluar dari belenggu tersebut. karena Pemunculan ide tentang kebenaran akan begitu saja lenyap tanpa diimbangi keberanian. Keberanian untuk membebaskan diri.

Akan tetapi itulah awal bagaimana manusia harus berubah, karena dengan pikiran-pikiran tersebut satu saat nanti akan muncul suatu tindakan. kemudian dengan tindakan-tindakan tersebut akan memberikan sebuah karakter. dan dengan karakter-karakter yang sudah tertanam akan memberikan suatu jalan hidup. Menjadi mutlak karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak merubah nasib mereka sendiri.

so, bagaimanapun keadaan sekarang. Hanya butuh sebuah Niat keberanian dan pemikiran untuk menjadi suatu yang lebih baik.