Untuk Direnungkan

Sampai juga di malam ini, setelah melewati masa-masa ujian akhir semester akhirnya blog ini kusentuh juga. Baru sadar sudah hampir sebulan saya tidak meng update blog ini.

Barusan saya iseng-iseng membuka folder dan file satu-satu dari komputer saya. Disalah satu file di my Document terdapat sebuah file yang terasa asing, namanya renungan.docx. Merasa tidak membuat saya buka file itu isinya :

:)Bersyukurlah, semestinya kita mensyukuri apa yang menimpa kita. Ini bukan soal keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin akan berkata kita tidak realistis. Namun bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Adakah yang lebih realistis sebelum kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan akan kenyataan?

Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap bersyukur.

Semakin banyak kita besyukur semakin banyak kita menerima. Semakin jauh kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan kepada diri sendiri. Banyak orang yang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat keberhasilan lalu mensyukurinya. Kita takkan berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Kita berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha kita lakukan karena melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak dipandangan kita.

Mulailah hari kita dengan meniatkan diri untuk merasakan setiap keindahan yang hadir di setiap detik. Bukalah pikiran dan hati kita. Carilah keindahan dari apa yang hadir di hadapan kita. Ketika hujan turun, rasakan kesejukan yang ditebarkan ke seluruh penjuru bumi. Amati keindahan setiap tetes hujan. Meski guntur dan kilat bersautan, carilah keindahan yang hanya sekejap hadir, sebagai mana kita menanti lampu blitz fotografer dengan menggunakan senyum terbaik kita. Ketika panas tiba rasakan kehangatan yang menyelimuti udara. Carilah sinar matahari bagaikan burung-burung kecil yang mengeringkan bulu-bulu sayapnya.

Bahkan ketika hujan dan panas datang bersamaan, carilah keindahan di sana. Hanya karena hujan dan sinar mataharilah maka pelangi akan menampakkan keindahannya, bukan?

Bersyukur adalah berpikir positif!!

Pada suatu hari, ada seseorang katakanlah si A, Dia sudah berjalan jauh di pedalaman selama tiga hari dan tidak mendapatkan makan ataupun minum, suatu ketika menemukan air setengah gelas. Ia berpikir negatif,”Mana mungkin air yang hanya setengah gelas ini mampu memuaskan lapar dan dahaganya yang teramat sangat.” Maka setelah air yang setengah gelas itu diminum ia tidak merasa puas dan tetap merasa lapar serta haus. Disaat yang bersamaan, si B yang berjalan selama tiga hari lamanya tanpa makan dan minum, menemukan air setengah gelas. Ia berpikir positif, “ alangkah nikmatnya air yang walau hanya setengah gelas itu dapat memuaskan dirinya yang sudah tiga hari tanpa makan dan minum.” Maka setelah air yang setengah gelas diminum dia merasa puas dan nikmat.

Mereka yang melihat dengan kacamata negatif mudah tertekan. Sedangkan, melihat setiap keadaan dengan pandangan positif, akan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan.

Rawatlah apa yang kita miliki.

Terkadang mempertanyakan” mana yang lebih dulu tercipta, telur atau ayam, tidak selalu relevan. Kita bisa saja mendebatkan apa pun jawaban yang diberikan. Alih-alih mendapat kejelasan, sering kali malah berputar putar memusingkan kepala. Jauh lebih berharga bila kita menjaga apa yang kita miliki sekarang. Bila telur yang berada dalam genggaman, eramkanlah hingga menetaskan anak-anak ayam. Sebaliknya, bila ayam yang kita miliki, peliharalah agar dapat memberikan telur-telurnya pada kita. Rawatlah apa yang ada dalam penjagaan kita. Gunakanlah sebaik-baiknya. Untuk itulah kita dianugerahi sesuatu!!

Sesuatu yang bermanfaat akan semakin bermanfaat bila kita mensyukurinya. Yaitu bila kita menggukannya sesuai dengan tujuan, merawatnya sepenuh hati, dan menjaganya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Harta semakin berharga bila tidak hanya ditumpuk di dalam gudang dibawah tanah, namun didermakan. Sebagaiman kendaraan yang didiamkan bertahun-tahun dalam garasi tak lebih berharga dari mikrolet tua yang menarik penumpang.

wew…lumayan juga. karena kebetulan saat ini (.red) sedang tidak ada ide. boleh juga dijadikan bahan posting😀..